Layanan Camp : +62 895-7054-00209 [Wa Only]

Program BIAS Camp 10.0

“Friendship is the hardest thing in the world to explain. It’s not something you learn in school. But if you haven’t learned the meaning of friendship, you really haven’t learned anything.” — Muhammad Ali
Latar Belakang

Para Gap Year membutuhkan asrama (camp) yang nyaman untuk istirahat dan tempat belajar yang kondusif, baik untuk belajar sendiri ataupun belajar bersama dengan teman seperjuangan sehingga akan saling mendukung dan menyemangati untuk sukses bersama dalam menggapai kuliah di kampus impian.

Para Gap Year memerlukan pembinaan non-akademik untuk membentuk “pribadi tangguh”, seperti life skill (soft skill & hard skill) dan karakter (iman dan taqwa serta akhlaq dan ibadah). 

Selama di asrama/camp, para Gap Year harus mengikuti “Program Camp” yang akan  dimonitoring kegiatannya dan controling karakternya serta dievaluasi pribadinya. 

 

Tujuan Program Camp

Melatih life skill (kecakapan), baik soft skill (leadership, critical thinking & problem solver, etika & percaya diri, manajemen waktu, adaptif, disiplin, kemandirian dan lain-lain) maupun hard skill (kebersihan tempat tinggal, penulisan karya ilmiah, public speaking, dan lain-lain).

Membina karakter, yang meliputi pengenalan diri, etika dan semangat dalam menimba ilmu serta mengamalkan dalam kesehariannya. 

Menjadi pribadi tangguh, selalu bersyukur dan tidak suka mengeluh; kuat & semangat; positive thinking; sabar & bermental pejuang. 

 

Program BIAS Camp

Self management berarti mengendalikan emosi, pikiran, perasaan, serta aktivitas sehari-hari. Mampu menempatkan diri dan berfikir jernih, bahkan saat tidak mengenakkan sekalipun. Aspek-aspek dalam self management meliputi, percaya diri (selalu positive thinking, motivasi diri dan tidak minder), manajemen stres dan manajemen waktu. 

Public Speaking disebut juga "pembicaraan publik" yang artinya berbicara di depan orang banyak berupa ceramah, pidato, presentasi, atau majelis nasehat-menasehati.

Halaqah al–Qur’an merupakan metode dalam mempelajari al–Qur’an dengan cara pendekatan sambil memperdengarkan bacaan dan pengarahan (setiap huruf yang dibaca mengandung kebaik-an), dengan tujuan akan membawa dampak positif dari pembinaan dalam diri para Gap Year. 

English time maksudnya kegiatan untuk melatih bahasa inggris, baik berupa komunikasi secara verbal (conver-sation), story telling maupun tulisan seperti meng-gunakan kata-kata bijak (wise words) berupa expression, motivation, atau tulisan yang bisa dicetak dan ditempelkan. Serta bertujuan agar bisa mahir berbahasa inggris secara teori dan aplikasi, baik di dunia akademik maupun sehari-hari. 

Dimana dalam kegiatan ini lebih menekankan pembentukkan karakter dan siraman ruhani agar para Gap Year lebih mengenali dirinya akan Sang Maha Pencipta dan beretika yang baik sehingga bisa teraplikasi hubungan ke sesama maupun lingkungan. Para Gap Year (terkhusus muslim/ah) akan diarahkan untuk mengikuti rangkaian ibadah dan adab-adab keseharian, mulai bangun tidur sampai menjelang tidur. Contohnya berdo’a, sholat berjama’ah 5 waktu, dzikir, halaqoh qur’an, dan lain-lain. Bagi yang non muslim akan disesuaikan dengan keyakinannya masing-masing, seperti kebaktian tiap pekan. 

Maintain health merupakan bentuk pencegahan diri (preventive) agar terhindar dari penyakit dan pengobatan alami bagi yang terkena penyakit, serta bagaimana pengobatan yang diajarkan oleh Nabi untuk kesehatan jiwa dan fisik. 

Volunteering merupakan suatu bentuk kegiatan atau pengembangan ketrampilan dengan aksi tanggap dan peduli secara suka rela dan senang hati terhadap permasalahan di bidang pendidikan, lingkungan, medis, penyelamatan darurat, atau bakti sosial. Tujuan dari kegiatan volunteering diantaranya, melatih empati dan kontribusi langsung, melatih life skills, menambah pengalaman, memperluas jaringan, dan personal branding

Sport together adalah bentuk melepas kejenuhan berfikir dengan olahraga bareng di luar camp, seperti mengikuti Car Free Day (CFD), out bond, gowes, atau pergi ke tempat wisata di Pare dan sekitarnya. Karena saat ini sedang dalam PSBB maka diharuskan mengikuti protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, cuci tangan setelah beraktivitas, dan jaga jarak. 

Kegiatan ini menitikberatkan pada penghijauan lingkungan dengan cara menjaga kelestarian lingkungan dan menerapkan 4R, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Replace (mengganti). Misalnya gerakan menanam bunga bareng-bareng di area kosong sekitar camp, memilah sampah organik (kering-basah) dengan anorganik (kaca, plastik, karet), membuat komposer, dan lain sebagainya. 

Dalam program ini bertujuan agar para Gap Year lebih aktif, baik secara akademik maupun non-akademik (life skill). Kekompakan dalam kegiatan keseharian untuk menjadikan camp terlihat bersih, nyaman, indah maupun dari sisi membangun kekeluargaan (mengenal, memahami dan saling tolong-menolong) dan bahkan memasak. 

BIAS Camp Competition adalah bentuk reward kepada para Gap Year untuk lebih semangat dan aktif dalam program Gap Year Experience tahun ini. Seperti, cooking contest, LDK (Lomba Dekorasi & Kebersihan), LCC (Lomba Cerdas Cermat), dan lain-lain.